Testosteron adalah hormon yang diproduksi oleh tubuh. Pada pria, testosteron sebagian besar diproduksi di testis dan bertanggung jawab untuk merangsang produksi sperma, dorongan seksual, membangun massa otot dan tulang.

Dengan bertambahnya usia pria, produksi hormon testosteron menurun secara bertahap. Jika menurun lebih dari yang seharusnya, pria dapat mengalami berbagai berbagai gejala tertentu dan komplikasi.
Berikut 9 tanda menurunnya produksi hormon testosteron pada pria seperti dilansir healthline , Rabu (18/4/2012) antara lain:

1. Rendahnya Gairah Seks
Testosteron berperan dalam mengatur libido seorang pria. Seiring bertambahnya usia, kebanyakan pria akan mengalami penurunan lebih drastis terhadap gairah seks. Rendahnya tingkat testosteron juga dapat membuat Anda sulit untuk mencapai orgasme.

2. Kesulitan Ereksi
Hormon testosteron juga membantu pria mencapai ereksi. Testosteron sendiri tidak menyebabkan ereksi, tetapi merangsang reseptor di otak
untuk memproduksi oksida nitrat-
sebuah molekul yang memicu ereksi.
Rendahnya testosteron terkait dengan banyak kondisi yang menyebabkan disfungsi ereksi, termasuk obesitas dan diabetes aterosklerosis.

3. Rendahnya Produksi Cairan Semen
Testosteron berperan juga dalam produksi air mani, yaitu cairan yang membantu perkembangan sperma.
Pria dengan testosteron rendah akan melihat penurunan jumlah volume spermanya ketika ejakulasi.

4. Rambut Rontok
Produksi rambut dipengaruhi juga oleh hormon testosteron.
Kebotakan memang suatu hal yang alami ketika pria bertambah tua, tetapi pria dengan testosteron rendah dapat mengalami kerontokan rambut lebih cepat sebelum usia tuanya.

5. Mudah Lelah
Pria dengan hormon testosteron yang rendah cenderung mudah lalah dan kurang berenergi dalam aktivitasnya sehari-hari.

6. Kehilangan Massa Otot
Karena testosteron juga memiliki peran dalam pembangunan dan penguatan otot, pria dengan testosteron rendah dapat mengalami penurunan massa otot dan kekuatan, terutama di tangan,
kaki, atau dada.

7. Kegemukan
Pria dengan testosteron rendah akan mengalami peningkatan lemak tubuh. Meskipun alasan di balik ini kurang begitu jelas, penelitian telah menunjukkan bahwa gen yang mengontrol persentase lemak tubuh
juga bertanggung jawab untuk tingkat sirkulasi testosteron pada pria.

8. Penurunan Massa Tulang
Melemahnya tulang atau yang sering disebut dengan osteoporosis dianggap sebagai kondisi yang terjadi hanya pada wanita saja.
Pria dengan testosteron rendah juga dapat mengalami pengeroposan tulang karena produksi testosteron dapat membantu penguatan tulang.
Akibatnya pria tersebut lebih rentan terhadap patah tulang, biasanya di pinggul, kaki, tulang rusuk, dan pergelangan tangan.

9. Mood yang Tidak Stabil
Wanita sering mengalami perubahan suasana hati selama menopause, ketika tingkat mereka penurunan estrogen. Pria dengan kadar testosteron rendah juga dapat mengalami gejala yang sama.
Testosteron sering digambarkan sebagai “bahan bakar” pada pria yang dapat meningkatkan suasana hati dan kapasitas mental. Penelitian telah menunjukkan bahwa pria dengan testosteron rendah lebih mungkin mengalami depresi, lekas marah, atau sulit memfokuskan pikiran.

Sumber : menjelma.com

About aryakiddrock

KIDDROCK -senseofrockimagine- Bangga dengan produk Indonesia, jgn beli bajakan! God Always Listening And Understanding B-)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s