image

Tips- Cara Mengusir Bau Napas yang Tidak Sedap, Bau mulut atau nafas yang mengeluarkan bau tidak sedap, atau bahasa kerennya halitosis merupakan salah satu masalah tersendiri bagi setiap orang.

Hal ini sangat memalukan, membuat Anda tidak percaya diri, disaat Anda berbincang-bincang dengan rekan bisnis maupun sang kekasih dan orang-orang disekeliling Anda.
Napas berbau tak sedap atau Halitosis, bisa sangat memalukan terutama bagi Anda yang aktif berkomunikasi. Lebih parah lagi, napas tak sedap bisa juga
merupakan pertanda Anda sedang
mengalami kondisi kesehatan yang
serius.

Situs The Mediline Plus milik US National Library of Health dan National Institute of Health menyatakan bahwa penyebab halitosis beragam, mulai dari
masalah gigi dan mulut, konsumsi
obat-obatan tertentu, hingga sinusitis atau infeksi tenggorokan.
Ok… sebelum rekan-rekan bisnis, pacar, teman atau keluarga Anda merasa terganggu dengan bau nafas yang tidak menyenangkan tesebut, cobalah dari sekarang Anda yang menderita halitosis, gunakan tips ampuh mengatasi nafas bau, tips menghilangkan bau mulut tidak sedap, serta kenali penyebab-penyebab timbulnya bau mulut nafas tidak sedap Untuk mengusir aroma tidak sedap tersebut, simak triknya.

1. Merawat Gigi
Mengalami masalah pada gigi, seperti gingivitis (radang gusi) dan gigi berlubang, dapat menyebabkan aroma napas menjadi tidak sedap.
Situs MayoClinic menyarankan, gigi yang bermasalah perlu perawatan dokter gigi, menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi dan sikatlah gigi dengan sikat yang halus. Anda juga harus mengganti sikat gigi setiap tiga bulan sekali. Serta jangan lupa membersihkan sela-sela gigi dengan larutan pengurang plak, dental flos (benang gigi), atau tusuk gigi.

2. Menyikat Lidah
Bau mulut bisa juga karena sisa makanan menempel di lidah. The Merck Manual Online Medical Library menuliskan bahwa dengan menyikat lidah menggunakan sikat gigi dan pasta gigi dapat mengurangi bau pada napas.

                                                                                                       3. Banyak Minum Air
Kelembaban mulut harus terus dijaga untuk mencegah bau mulut.
Minumlah air putih delapan gelas sehari. Hindari minuman bersoda, alkohol, atau kopi yang justru membuat mulut menjadi kering dan berbau.

4. Mengunyah Permen
Anda bisa juga melawan bau napas tak sedap dengan mengunyah sesuatu yang dapat mengurangi bau. Misalkan dengan menyunyah permen mint atau permen karet yang tidak menggunakan pemanis.

5. Hindari Makan Bawang
Bawang merupakan makanan yang dapat membuat napas menjadi berbau. Untuk itu hindarilah makan makanan yang menggunakan bawang putih, merah dan bombay.

Bau nafas tak sedap dapat disebabkan oleh berbagai masalah, dari yang ringan hingga yang serius.
Seperti emosi misalnya, Selain itu juga gairah seksual juga berkaitan erat dengan halitosis.
Kasus lain yang dapat dilihat menurut Dr. Gifford Jones, seorang jurnalis bidang medis di Toronto, Kanada, pada penderita diabetes yang tidak diobati, umumnya mereka yang mengidap diabetes nafasnya mengeluarkan bau yang manis seperti buah. Juga bau amis ikan atau bau tikus yang sering muncul pada nafas penderita liver tahap akhir.

Beberapa kondisi mulut dan kerongkongan dapat memicu halitosis. Gusi yang terkena infeksi sering berkaitan dengan halitosis.
Infeksi sinusitis (saluran lubang hidung ke rongga kepala) dapat mengeluarkan bau tak sedap dari ingus ke bagian belakang tenggorokan. Infeksi tonsil
(amandel) dan bronchitis dapat memicu kerunyaman bau yang sama.
Tetapi pada keadaan wajar nafas tak sedap terjadi saat kandungan asam amino (dinding protein) rusak karena adanya bakteri yang mengembangkan sebuah lingkungan bebas oksigen. Ini
menghasilkan campuran gas yang
berbau tak sedap.

Makanan seperti bawang merah dan bawang bombai sangat dikenal dapat memicu sindrom bau nafas.
Setelah makanan ini dicerna dan terserap ke dalam aliran darah, dibawa ke paru paru dan menambahkan bau pada nafas hingga keluar dari tubuh.
Sepermilyar ons bawang dapat dideteksi oleh indra pembau kita.

Jurnal Asosiasi Medis U.S (The Journal of the American Medical Association) menyatakan bahwa terlalu sering menggunakan selenium dapat mengakibatkan halitosis. Selenium sulfide biasa digunakan untuk perawatan ketombe. Bahan kimia ini juga ditemukan pada beberapa jenis
lipstik.
Ada sebagian orang yang memiliki sedikit kandungan air liur, umumnya air liur membantu membersihkan mulut. Air liur yang jumlahnya tidak mencukupi dapat menimbun sel mati pada lidah dan gusi, yang dapat mengakibatkan bau. Karena mulut semakin kering saat tidur, maka bau nafas di pagi hari menjadi kurang segar. Merokok dan
pengobatan tertentu juga dapat menurunkan jumlah air liur.

Langkah terpenting untuk menyingkirkan halitosis adalah dengan meningkatkan kesehatan gigi. Tapi ini tidak berarti sekedar menyikat gigi tiga kali sehari sehabis makan. Teman-teman anda mungkin masih memalingkan kepala bila anda tidak menyertainya dengan tes makan buah arbei.
Jangan lupa untuk menyikat lidah juga, karena kebanyakan orang tidak mau melakukannya.
Lidah mengandung alur-alur di mana sisa-sisa kotoran terkumpul dan banyak gas mengambang. Tes makan buah arbei memungkinkan untuk melihat adanya makanan yang terjebak di antara gigi dan membuangnya. Ini tidak hanya membantu mencegah halitosis, tetapi juga dapat bantu melindungi gusi dari gingivitis (radang gusi), yang dapat melindungi tanggalnya gigi.

Sumber : lintas.me

About aryakiddrock

KIDDROCK -senseofrockimagine- Bangga dengan produk Indonesia, jgn beli bajakan! God Always Listening And Understanding B-)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s